ISLAM MASA KHALIFAH ABU BAKAR

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW status sebagai Rasulullah tidakdapat diganti oleh siapapun (khatami al-anbiya’ wa al-mursalin), tetapi kedudukanbeliau yang kedua sebagai pimpinan kaum muslimin mesti segera ada gantinya.Orang itulah yang dinamakan “Khalifah” artinya yang menggantikan Nabi menjadikepala kaum muslimin (pimpinankomunitas Islam) dalam memberikan petunjuk ke jalan yang benar dan melestarikan hukum-hukum Agama Islam. Dialah yangmenegakkan keadilan yang selalu berdiri diatas kebenaran.Maka setelah Nabi Muhammad SAW wafat, pemuka-pemuka Islam segerabermusyawarah untuk mencari pengganti Rasulullah SAW. Setelah terjadiperdebatan sengit antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin, akhirnya terpilihlahsahabat Abu Bakar sebagai Khalifah, artinya pengganti Rasul SAW yang kemudiandisingkat menjadi Khalifah atau Amirul Mu’minin .Keputusan Rasulullah SAW yang tidak menunjuk penggantinya sebelumbeliau wafat dan menyerahkan pada forum musyawarah para sahabat merupakanproduk budaya Islam yang mengajarkan bagaimana cara mengendalikan negaradan pemerintah secara bijaksana dan demokratis (Yatim,1997:35). Terpilihnya AbuBakar sebagai Khalifah yang pertama dalam ketatanegaraan Islam merupakansalah satu refleksi dari konsep politik Islam.Abu Bakar menerima jabatan Khalifah pada saat sejarah Islam dalamkeadaan krisis dan gawat. Yaitu timbulnya perpecahan, munculnya para nabi palsudan terjadinya berbagai pemberontakan yang mengancam eksistensi negeri Islamyang masih baru. Memang pengangkatan Abu Bakar berdasarkan keputusanbersama (musyawarah di balai Tsaqifah Bani Sa’idah ) akan tetapi yang menjadisumber utama kekacauan ialah wafatnya nabi dianggap sebagai terputusnya ikatandengan Islam, bahkan dijadikan persepsi bahwa Islam telah berakhir.Abu Bakar bukan hanya dikatakan sebagai Khalifah, namun juga sebagaipenyelamat Islam dari kehancuran karena beliau telah berhasil mengembalikanummat Islam yang telah bercerai berai setelah wafatnya Rasulullah SAW.Disamping itu beliau juga berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam. Jadi dapatdisimpulkan bahwa letak peradaban pada masa Abu Bakar adalah dalam masalahagama (penyelamat dan penegak agama Islam dari kehancuran serta perluasanwilayah) melalui sistem pemerintahan (kekhalifahan) Islam. Akan tetapi konsep kekhalifahan dikalangan Syi’ah masih ditentang. MenurutSyi’ah kekhalifahan adalah warisan terhadap Ali dan kerabatnya, bukan pemilihansebagaimana terjadi pada Abu Bakar. Terlepas dari perbedaan interpretasi tersebut,dapat disimpulkanbahwa konsep kekhalifahan adalah produk budaya dibidangpolitik yang orisinil dari peradaban Islam. Sebab ketika itu tidak ada lembagamanapun yang memakai konsep kekhalifahan.Menurut Fachruddin, Abu Bakar terpilih untuk memimpim kaum Muslimin setelahRasulullah disebabkan beberapa hal:1.Dekat dengan Rasulullah baik dari ilmunya maupun persahabatannya.2.Sahabat yang sangat dipercaya oleh Rasulullah.3.Dipercaya oleh rakyat, sehingga beliau mendapat gelar As–Siddiq , orangyang sangat4.dipercaya.5.Seorang yang dermawan.6.Abu Bakar adalah sahabat yang diperintah Rasulullah SAW menjadi ImamShalat7.jama’ah.8.Abu Bakar adalah termasuk orang yang pertama memeluk Islam (Fachruddin,9.1985:19-20). A. Biografi Abu Bakar As-Shidiq adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yangmempunyai nama lengkap Abdullah Abi Quhafah At-Tamimi. Pada zaman pra Islamia bernama Abu Ka’bah, kemudian diganti oleh Nabi SAW. menjadi Abdullah. Beliaulahir pada tahun 573 M, dan wafat pada tanggal 23 Jumadil akhir tahun 13 Hbertepatan dengan bulan Agustus 634 M, dalam usianya 63 tahun, usianya lebihmuda dari Nabi SAW 3 tahun. Diberi julukan Abu Bakar atau pelopor pagi hari,karena beliau termasuk orang laki-laki yang masuk Islam pertama kali. Sedangkangelar As-Shidiq diperoleh karena beliau senantiasa membenarkan semua hal yangdibawa Nabi SAW terutama pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj.Setelah masuk Islam, beliau menjadi anggota yang paling menonjol dalam jamaah Islam setelah Nabi SAW. Beliau terkenal karena keteguhan pendirian,kekuatan iman, dan kebijakan pendapatnya. Beliau pernah diangkat sebagai panglima perang oleh Nabi SAW., agar ia mendampingi Nabi untuk bertukarpendapat atau berunding.Pekerjaan pokoknya adalah berniaga, sejak zaman jahiliyah sampai setelahdiangkat menjadi Khalifah. Sehingga pada suatu hari beliau ditegur oleh Umarketika akan pergi ke pasar seperti biasanya : “Jika engkau masih sibuk denganperniagaanmu, siapa yang akan melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan?”. JawabAbu Bakar : “Jadi dengan apa saya mesti memberi makan keluarga saya? “. Laludiputuskan untuk menggaji Khalifah dari baitul mal sekedar mencukupi kebutuhansehari-hari dalam taraf yang amat sederhana.Abu Bakar adalah putra dari keluarga bangsawan yang terhormat di Makkah.Semasa kecil dia merupakan lambang kesucian dan ketulusan hati serta kemuliaanakhlaknya, sehingga setiap orang mencintainya. Ketika Nabi SAW mengajakmanusia memeluk agama Islam, Abu Bakar merupakan orang pertama darikalangan pemuda yang menanggapi seruan Rasulullah, sehingga Nabi SAWmemberinya gelar “Ash-Siddiq”. Pengabdian Abu Bakar untuk Islam sangatlahbesar. Ia menyerahkan semua harta bendanya demi kepentingan Islam. Ia selalumendampingi Rasulullah dalam mengemban misi Islam sampai Nabi SAW wafat.Waktu itu sebagian penduduk Arabia telah masuk Islam, sehingga masyarakatMuslim yang “masih bayi” itu dihadapkan pada wujud krisis konstitusional. Sebabbeliau tidak menunjuk penggantinya,bahkan tidak membentuk dewan majlis darigaris-garis suku yang ada. Pada akhirnya timbul tiga golongan yangmemperselisihkan tonggak kekhalifahan. B. Peristiwa Tsaqifah Bani Sa’idah Memang diakui oleh seluruh sejarawan bahwa Rasulullah yang wafat tahun 11H, tidak meninggalkan wasiat tentang orang yang akan penggantikannya. Olehkarena itu, setelah rasulullah SAW wafat para sahabat segera berkumpul untukbermusyawarah di suatu tempat yaitu Tsaqifah Bani Sa’idah guna memilihpengganti Rasulullah (Khalifah) memimpin ummat Islam. Musyawarah itu secaraspontanitas diprakarsai oleh kaum Anshor. Sikap mereka itu menunjukkan bahwamereka lebih memiliki kesadaran politik dari pada yang lain, dalam memikirkansiapa pengganti Rasulullah dalam memimpin umat Islam.Dalam pertemuan itu mereka mengalami kesulitan bahkan hampir terjadiperpecahan diantara golongan, karena masing-masing kaum mengajukan calon tinggi. Ini terbukti dengan keberhasilan beliau dalam menghadapi dan mengatasiberbagai kerumitan yang terjadi pada masa pemerintahannya tersebut. Beliau tidakmengutamakan pribadi dan sanak kerabatnya, melainkan mengutamakankepentingan rakyat dan juga mengutamakan masyarakat/ demokrasi dalammengambil suatu keputusan.Akhirnya perlu dipahami bahwa suatu kehidupan dakwah senantiasa penuhdengan tantangan. Sebagai seorang Muslim hendaklah menghadapinya dengantanpa putus asa, penuh kesabaran, kebijakan dan ketentraman hati, juga memohonkepada-Nya serta lebih mempererat ukhuwah Islamiyyah , agar tercipta suatutatanan masyarakat yang aman, damai, sentosa dan sejahtera dengan persatuandan kesatuan yang kokoh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar